14 Mei 2017

Nostalgia Dorayaki Pancake Lembut Tak Terlupakan





Sekitar tahun 2000-an pan cake yang di kenal sebagai dorayaki sempet tren sebagai mana amanda dan mokuta saat ini,  mungkin kini masih bisa di cari akan tetapi sudah agak jarang di temukan.  

Dorayaki yang Bunda ingat sebenernya bisa di tebak saja adalah  resep pan cake sederhana memang untuk lidah sepuh seperti kami yang diatas kepala lima cocok dengan manis yang sedang juga mentega telor serta gulanya pada nyambung rasanya di ujung lidah.

 
Dorayaki jika dilihat dari  bentuk rupanya tidak berbeda jauh dengan serabi atau surabi (bhs.  Sunda) sedikit saja perbedaannya jika surabi yang biasa ada di Bandung seperti sebuah mangkok ceper, sedangkan dorayaki adalah ibaratnya  dua mangkok ceper yang di gabung menjadi satu dengan perekat coklat atau keju, sepasang surabi atau satu pasang dorayaki di sebut juga satu tangkep . . .  istilah ini dari bahasa sunda juga.

Surabi bahan dasarnya tepung beras sedangkan dorayaki pancake berbahan dasar tepung terigu,  surabi tidak menggunakan telur sedang si dorayaki telur menjadi kekuatan tersendiri,  namun keduanya memikat dengan bentuk mini bundar.  Surabi manis menggunakan kinca dan santan sedangkan surabi orijinal bertoping oncom pedas.

Jaman biasa memesan dorayaki  by phone di sekitaran jalan Tubagus Ismail dekat Simpang Dago Bandung  sangat mudah sekali maka jika kangen dorayaki langsung bisa diantar kerumah kita,  kini sudah lama tidak memesan dorayaki dan nomor tilpon rumah pembuat dorayaki sudah tidak bisa di temukan.

Seingat Bunda jaman itu ada empat rasa yaitu pancake dorayaki : orijinal,  coklat, keju dan sosis mungkin sekarang dorayaki tidak hanya empat pilihan rasa bisa saja  berkembang  dengan pilian misalnya  green tea rosella bahkan capucinno.

Dorayaki coklat memang memiliki rasa sedikit manis dan coklat yang khas lumer di lidah biasanya remaja dan anak – anak lebih menggemarinya,  sedangkan bagi peminat rasa yang natural lebih memilih dorayaki yang orijinal atau rasa yang sedikit gurih yaitu keju.

Tentu saja pancake dengan rasa apa saja selalu menggugah selera dan tidak bosan lidah mencecapnya dengan akrab.

Perlu di coba juga untuk membuat pancake orijinal apalagi sekarang sudah banyak resep – resep keren dengan cara dan petunjuk yang jelas Bunda rekomended ke




Bunda seneng mendapatkan link foody id ini,  jelang lebaran cocok di hidangkan dan demikian jelang ramadhan cocok ya untuk berbuka dengan pancake sederhana ini.

Berdoa semoga terlaksana prakteknya, dan tahapannya di perhatikan demikian tahapan pembuatannya bisa di review.

Senangnya mengadapi ramadhan mantap mempraktekkan pancake ini untuk mengobati rasa kangen pada dorayaki Tubagus Ismail.



Posting Komentar