6 Mei 2017

Cover Biru Novel Luka Dalam Bara "Talk Book Meet’n Greet"



Cover Biru Luka Dalam Bara karya @alvinxki (pict:dok.pribadi)




Siang  hari Jam 11.00  Senin  (01 Mei 2017) kami berkumpul di Lantai 3 menghadiri acara   “Book Talk Meet’n Gread Novel Luka  Dalam Bara"  yang di launching oleh penulisnya Bernard Batu Bara dan editornya  Teguh Afandi beserta sang ilustrator culun ;  paket lengkap !!!

cukup  ramai pengunjung berangsur – angsur satu – satu  hadir dan menduduki kursi yang di siapkan panitia,  dua standing banner telah terpasang di kiri – kanan  stage sederhana dan latar dengan poster besar yang cukup memikat.
Bertepatan dengan hari Buruh Nasional kami di ruangan books store asik membahas proses lahirnya : 


Novel                              :   Luka Dalam Bara
Penulis                            :   Bernard Batubara
Ilustrasi Sampul dan Isi     :   @alvinxki
Penerbit                           :   Noura (PT.Mizan Publika)
Penyunting                       :   Teguh Afandi
Penyelaras  Aksara            :   Nunung Wiyati


Teguh  Afandi berusaha melemparkan satu dua pertanyaan kepada nara sumber,  yang pastinya dia sudah mengetahui banyak akan tetapi mewakili yang hadir maka usahanya untuk menggali lebih dalam rasanya keren pisan dan beberapa menit setelah pemaparan bisa lihat tulisan kece Mbak Lendy Mut dan paparan sangat jujur Kang Ofi Sofyan Gumelar berikut :






Kemudian Teguh Afandi beralih bertanya pada ilustrator yang masih culun bingits @alvinxki kelahiran 1990 berasal dari Slawi Jawa – Tengah.

Mahasiswa  yang baru berusia 27 tahun ini berusaha memahami novel karya Bernard Batubara dengan imajinasi dirinya yang juga tidak biasa,  saya magh salut saja pada Alvin  termasuk caranya dia memilihan warna cover novel  Luka Dalam Bara  biru laut yang terasa anggun dan berwibawa.
Menurut Alvin sang ilustrator,  novelnya sedih akan tetapi saya ingin kesedihan di tampilkan dengan suasana riang dan bahagia. 

Makanya penafsiran Alvin  sekilas saja dapat kita rasakan dengan  perasaan yang sangat berbeda saat menatap tajam  amplop putih diatas meja yang menjatuhkan bentuk daun talas di dunia nyata  berwarna  merah seakan berhamburan sepertinya mengisyaratkan bahwa rasa cinta mereka berdua sedemikian berlimpah.

Karena perjumpaan antara sang tokoh Bernard Batubara dengan kekasihnya sering di lakukan di cafe – cape,  Alvin pun memikirkan suasana cafe dengan latar percintaan,  mencoba berulang kali khususnya dengan teknik digital karena jika ada salah tidak terlalu repot mengedit,   jika menggarapnya dengan manual maka rada ribet juga mengeditnya.

Alvin mengisyaratkan bahwa Cinta yang berlimpah dengan simbol daun talas merah  (red love) ilustrasi dengan imaginasi yang dalam dan sulit di duga,  kita amati bersama saja cover berwarna biru tersebut.

Sehingga saya memang salut untuk ketiganya,  Bernard Batubara yang sudah mapan dengan 11 novelnya, dan Teguh Afandi cukup nyaman mengedit kata demi kata indah dalam novel Bara sempurna karya dengan sentuhan gambar alvin mahasiswa ITB yang sangat sederhana terkesan udik dengan kaca mata bundar karakter kuat sebagai penghayal dalam gambar, sepintas lalu wajah Alvi mirip Harry Potter mungkin pengaruh kaca matanya.

Sukses ya . . . @Alvinxki @benzbara dan Teguh Afandi plus NouraPublishing.
Horee saya sudah khatam novel indah untuk remaja dan ABG.


Posting Komentar