3 Jan 2017

Nabi Adam AS Ayah Umat Manusia Sedunia




Salam,            
Teringat Nabi Adam AS seringnya dalam konteks kejadian manusia pertama di muka bumi,  sesungguhnya banyak hal yang menarik tentang dirinya dan tentang keluarganya, tentu salah satunya terkait Nabi Adam sebagai makhluk yang pertama – tama diciptakan oleh Nya.

Bunda mencoba merenungkan satu ayat tentang Nabi Adam AS,  diantaranya yaitu :



QS. Maryam (19) : 58 



Nabi Adam AS adalah salah seorang hamba yang di beri nikmat oleh Nya,  karena salah satu alasannya adalah  Allah SWT telah  memilihnya sebagai manusia pertama di muka bumi ini,   maka dia akan selalu menjadi berbincangan semua makhluk di muka bumi ini hingga akhir zaman,  bahkan jika melihat abjad dan kamus demikian ensiklopedi maka huruf A nama awal dari Adam terletak di posisi paling awal dan pertama sekali.

Sebelum siapapun mendapat petunjuk Nabi Adam AS  yang awal mula di beri pengetahuan langsung dari Allah (lewat petunjukNya), sehingga  Allah SWT tempat Nabi bertanya secara langsung, baiknya kita bisa membuka alQuran pada surat al Baqarah (20) : 31 – 32 dalam ayat tersebut Allah mengajarkan nama – nama seluruh benda yang ada di alam ini.

Para Nabi dan Rasul demikian orang – orang shaleh, diungkap oleh Allah dengan terang bahwa :

“Apabila  dibacakan  ayat – ayat  Allah  Yang Maha Pemurah kepada mereka,  maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”.

Kemudian bagaimana dengan kita,  saat mendengar bacaan ayat – ayat suci Al Qur’an sampaikah hingga  menyungkur bersujud dan menangis ?

Mungkin dalam momen – momen tertentu bisa menangis dengan khusyu’ akan tetapi adakalanya kita lalai hingga tidak perduli apa isi alQur’an itu.
Bunda mengingat beberapa momen menangis khusyu’ dan tersedu – sedu saat melaksanakan shalat isya wada di Mesjidil Haram pada tahun 1996,  semua bacaan shalat imam seperti merobek – robek jantung dan perasaan melayang ke angkasa . . . kemudian tersungkur lemas.   

Adapun tugas Adam sebagai ayah pertama di muka bumi ini adalah mengatur segala urusan kebumian, saat ketika ia berjumpa dengan Siti Hawa dan kemudian memiliki keturunan yang sedemikian banyak maka pertanggung jawaban yang lebih dan lebih adalah aspek pendidikan terhadap putera dan puterinya.

Rasanya penting  juga Bunda kutipkan,  dari :

Tafsir Nurul Quran Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya AlQuran. Allamah Kamal Faqih Imani. Jilid 9   Jakarta : Penerbit Al Huda, 2003 M / Syawwal 1424 H

“Bagian ayat ini berarti bahwa diantara manusia – manusia yang telah di bimbing dan dipilih Allah,  ada sebagian orang yang manakala mereka mendengar pembacaan wahyu – wahyu Allah,  mereka jatuh bersujud dan menangis.  Tentu saja rujukan terbaik dari konsep  manusia – manusia yang di pilih Allah,  yang bersujud berlama – lama disertai cucuran air mata,   adalah Nabi Islam saw dan ahlulbaitnya yang maksum as.” (p.304) 

Melebur kesalahan – kesalahan kita sebagai orang tua yang kurang mampu mendidik putera / puteri kita sebagaimana Adam as bahkan Nabi Agung Muhammad saw,  salah satu nya ketidak berdayaan kita untuk menggali nilai – nilai alQuran,  semoga Allah mengampuni kesalahan  yang bukan kecil akan tetapi kontinyuitasnya menjadi sedemikian besar ibarat bola salju.

Astaghfirullahaladziim . . .

Ciburial Bandung 3 Rabiul Akhir 1438 M 
(saat angin terus menerpa perbukitan membawa dingin dan debu berterbangan)


 
Posting Komentar