2 Jan 2017

Mencari Figure Keluarga Muslim



Menghancur negeri cantik ini yang bernama Indonesia salah satu caranya adalah hancurkan keluarga – keluarganya, sibukkan mereka mencari harta, lupakan tentang hubungan shilah ar rahiim pupuk mereka supaya cinta dunia (hubbuddunya). 

Hubbud_dunya   inilah yang kemudian menjadi komoditas kehidupan bahkan semacam produk fabrikan (menjamurnya faham materialisme) yang di pasarkan dengan promosi  yang teramat gencar plus  biaya tanpa batas,  akhirnya tatanan sosialpun hancur dan kita kehilangan figur keluarga ideal karena sehari – hari setiap jam berita yang kita lahap di media elektronik adalah tentang perselingkuhan, perzinahan dan perceraian,  pembunuhan anak pada ayah atau ibu bahkan nenek. Berita – berita horor, mesum dan jahiliyyah global  demikian inilah justru  trending topik dan ajaib menjadi  viral. 

Tulisan edisi perdana  OnedayOnepublish99days  Bunda coba sepintas  ( belum menggali data ni . . . ye )  menyorot tentang situasi dan kondisi keluarga di lingkup kecil atau lokal kemudian mari kita sama – sama berjuang mencoba menyisihkan waktu (dheu . . . Bunda #sok_pura_pura  #sibuk) dalam satu hari satu ayat sebagai panduan suci yang teramat penting kita kaji bersama,  karena masih libur sampai 10 Januari 2017 setelah dinas pasti biasanya akrobat jumpalitan  kembali ke tekape   kemungkinannya hanya satu pekan satu kali saja cukup satu ayat.

Semoga Allah anugerahkan kehidupan yang barokah. Amiin.  

Para muslimah tentu  sudah mafhum bahwa kita hidup pada masyarakat agamis yang tanda tanya,   saksikan ketika para Bundanya berbusana rapih tertutup ala hijab syar’i  kemudian puteri – puterinya berpakaian tapi telanjang   (istilah ini sempat Bunda baca dalam salah satu hadis)  bukan sekedar tontonan di sinetron atau menyaksikan para artis yang begitu bebas berbusana model jahiliyah global itu  akan tetapi kita melihat dan menyaksikannya disekeliling kita iya memang tetangga kita,  kemudian kitapun maklum . . . .  kemudian kitapun pura – pure tidak peduli,   kemudian kita memilih diam dan membiarkannya.

Bangsa ini sudah berpuluh tahun kehilangan figur keluarga panutan,  entah keluarga siapa yang bisa kita jadikan rujukan,  dulu sering disebut – sebut keluarga Bung Hatta adalah keluarga berpendidikan dan sederhana,  keluarga beberapa Kiyai atau Ajengan bisa juga kita gali diantara keluarga besar KH. Hasyim Ashari, keluarga KH. Achmad Dachlan, keluarga Abah Anom dari Pondok Pesantren Suryalaya, keluarga Uwa Khoer Affandi dan keluarga Ilyas Ruhiyat dari Pondok Pesantren Cipasung.

Ahya . . . keluarga – keluarga uswah yang bisa kita jadikan referensi hilang tenggelam dengan munculnya dinasti baru keluarga celeb yang menjadi pembahasan rutin di angkot dan warung kopi bahkan di cafe – cafe ABG gaul, langsung ataupun tidak langsung gaya hidup mereka ditiru. Maka kehancuran moral secara terang benderang tampak dihadapan kita.

Jangan sampai kehilangan arah sehingga tersesat dan menyesatkan,  berlindung pada Allah dan mohon petunjuk pada Nya agar memperoleh keselamatan juga mendapat derajat khusus disisiNya  dan disisi para kekasihNya yang mulia,  Inshaa Allah. 
Kemana kita akan mencari figur panutan agar dapat kokoh menapaki kehidupan yang teramat kompleks dan crowded . . . kembali kepada al Qur’an dan Allah nyatakan dalam salah satu ayatnya,  



Inna Allaaha isthafaa aadama wanuuhan wa aala Ibrahiima  a aalaa ‘Imraana’alaa al ‘aalamiina

Sesungguhnya  Allah telah memilih Adam,  Nuh,  keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (dimasa mereka masing – masing).  QS. Ali_Imraan /3 : 33 
 
Jangan ragu copy paste cara hidupan para Nabi yang disebutkan Allah,  yaitu : Adam as,  Nuh as Ibrahim Ismail dan Keluarga Imran karena memang mereka itulah pilihan Allah SWT. sebagaimana ayat tsb menegaskan,  kemudian muncul bermacam pertanyaan diataranya dua contoh ini : 

1.      Bagaimana cara copy pastenya . . . ( naach ini pertanyaan awal,  harus segera di jelaskan wkwkwk . . . lanjut dulu )

2.     Memangnya mereka bagaimana mengelola keluarganya . . .  (tuuh khan muncul lagi pertanyaan) akan Bunda tulis secara bertahap please deh 99 days – one day jadi ada sisa 98 days hehehe . . . semoga ada kesempatan usia.

Bunda lanjutkan dahulu mengenai ayat ini ya . . . .
Jika kita membaca dengan seksama makna (terjemahan bebas)  dari QS. Ali Imran (3) :  33  dapat kita amati bersama bahwa dalam beberapa ayat ini dua kali disebut nama Imran. 
Yang pertama adalah QS. Ali Imran (3) : 33 ; yaitu  Imran Ayah Nabi Musa as.,   sedang yang kedua adalah pada ayat 35 yang dimaksudkannya adalah  Imran Ayah Maryam ( AlQur'an dan Tafsirnya, UII p.564   ) Kakek dari Nabi Isa as.
Para Nabi dan Rasul memang di pilih Allah sebagai role model, dan keutamaan mereka adalah tunduk dan patuh terhadap semua perintah – perintah Nya;  penting di catatkan bahwa dampak dari kepatuhan pada Allah mereka bersih dari dosa – dosa,  nah kita seperti apa ?    Perjuangan utama kita adalah memahami dahulu perintah – perintah Allah termasuk ayat – ayat tentang keluarga Nabi Adam as,  Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Ismail as termasuk keluarga Imran as.

Senin Mubarokan,  2 Rabi'ul Akhir 1438 H 





Referensi :
Tafsir Nurul Quran Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya AlQuran. Allamah Kamal Faqih Imani. Jilid 3   Jakarta : Penerbit Al Huda, 2003 M / Syawwal 1424 H

Al Qur’an Dan Tafsirnya Jilid I  Juz. 1 2 3.  Universitas Islam Indonesia,  Yoygyakarta : PT. Dana Bakti Wakaf,  1991

Posting Komentar