11 Des 2016

Tidak Perlu Baper Berlaku Ikhlas Hingga Akhir Hayat

Allah . . . Allah . . . . Allah


“Allah Yang menciptakan Kematian dan Kehidupan,  agar Dia menguji kamu,  siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.  Dan Dia Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun”
                                                                                                                      QS. al Mulk (67) : 2 

Standar  “keberhasilan”   hidup seseorang tentu saja bisa menggunakan macam – macam ukuran jika di kampung halaman suami Bunda (Almarhum)  dikenal Kecamatan  Prajekan Sitibondo Jawa – Timur ukuran keberhasilan seseorang itu adalah mereka yang bisa menjadi pegawai negeri,  nach itu di katakan sukses.

Di lingkup perguruan tinggi tentu saja keberhasilan ukuran logisnya adalah  selesai kuliah S3 menyandang gelar doktor,  jadi dosen di kampus pilihan  kemudian menjadi Guru Besar puncaknya jadi Rektor beruntung jika kemudian bisa menjadi Menteri Pendidikan contoh Malik Fajar,  mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang dan sejarah mencatat beliau sebagai salah seorang yang sempat menduduki jabatan tertinggi di ranah pendidikan Indonesia.

Semua standar dan ukuran itu bolehlah kita terima baik itu dengan senang hati bahkan bisa jadi dengan terpaksa  plus alasan  dan argumen yang dapat kita paparkan secara detail bahkan di dunia perblogger di pancangkanlah apa yang dinamakan trafic dan seterusnya dan lain - lain,  kemudian Bunda  tidak ngerti itu semua  hingga nafas hari ini masih menyatu di jasad anugerah utuh dan gratis dari Sang Pencipta,  semoga secara bertahap akan memahaminya juga.

Adalah komentar seorang facebooker bernama Ellan Sujanamihardja mukimin di Aachen Jerman asli orang Sunda,  sempat memaparkan bahwa keberhasilan hidup kita di alam dunia adalah ketika di wafatkan dalam kondisi khusnul khotimah itulah pencapaian puncak dan itulah kehebatan dan kedahsyatan kedua orang tua yang telah mendidik dengan sempurna di rentang kehidupannya. (Subhanallah . . . !)

Kang Ellan tidak neko – neko dengan komentar hakikinya beliau tidak mempedulikan tentang aktribut dunia karena bagi kita semua senyatanya hidup di dunia hanya transit sementara dan sekejap.
Kesekejapan  itu tampak nyata dan melekat dalam diri kita, mungkin secara ingatan rasanya beberapa waktu yang lalu kita masih remaja dan lincah cerah ceria, hari ini nyata Bunda sudah kadaluarsa tua renta dan sandangan ketuaan adalah pelupa dan lamban. Taqdir !!! 

Sangat tidak mudah pencapaian itu karena sandangan khusnul khotimah dalam realitas  kebumian  seorang hamba Allah harus menjadi insan kamil (makhluk yang sempurna) dalam melaksanakan titah dan perintah Allah,  jika di kaitkan dengan ayat diatas QS. Al Mulk (67) : 2   maka secara universal penciptaan kematian dan kehidupan  sebagai alat deteksi   “siapa diantara makhluk Nya yang bisa berbuat amal dengan kiriteria  paling baik”.

Standar Allah SWT adalah hidup dengan amalan yang  “paling”   baik.  Jelas dan tegas tidak pakai baper tidak pakai basa – basi figur sentralnya adalah Sang Nabi Agung Muhammad SAWW  dan  SOP yang kudu kita perhatikan adalah al Qur’an sebagai satu – satunya mu’jizat  manusia suci di muka bumi ini ;   kemudian bagaimana juga kita mau menjalankan misi kemanusiaan sebagaimana perintah Allah dengan kesempurnaan  SOP – nya jika ternyata al Qur’an  tidak pernah di sentuh dan tidak pernah kita kaji,  kita sibuk berkutat mengurus dunia dan dunia lalu kemudian bagai mana nanti . . . . “kelak”   disuatu masa yang tidak seorangpun bisa menolong kecuali amal shalehnya.

Satu saja SOP nya Allah yang bisa Bunda sedikit uraikan pada tulisan ringkas ini,  dengan tujuan mengajak kita semua agar mengkaji dan memahaminya lanjut mengamalkan sehingga dari pengamalan akan melahirkan pengalaman tentu masing – masing akan sangat berbeda.

Shalawat Untuk Nabi 
 
Misteri Ikhlas Fondasi Kokoh Membangun Misi 
Ikhlas itu dimisalkan madu murni  atau  susu murni,  belum dan tidak tercampur apapun juga atau biasa kaum muda mengatakannya dengan sebutan  original  itulah  ikhlas  makna umum yaitu beramal shaleh tanpa motifasi apapun juga tujuannya hanya keridhaan Allah semata – mata.

Maka dalam salah satu hadis pernah di ungkapkan oleh Nabi Muhammad SAWW tindakan dan perilaku seseorang ikhlas atau tidak semua makhluk Allah tidak ada yang tahu termasuk para Malaikat Nya,  hanya Dia yang Maha Mengetahui, ikhlas adalah misteri.

Para ahli ilmu agama hanya memberikan tanda – tanda saja secara sederhana misal, orang yang ikhlas itu jika beramal tidak berharap balas jasa para Mukhlishin  akan berusaha melupakan amal shalehnya dan bersembunyi  dengan serahasia mungkin agar tidak ada seorangpun  yang mengetahui kebaikannya sehingga ia berusaha dan berjuang menghindari popularitas dunia . . .  




Konsep Ikhlas terbagi :
Ikhlas  fiil  Aqidah
Surat  al Ikhlas jika mengamati dialam realitas adalah surat paling banyak dihafal kaum muslimin setelah surat al Fatihah disamping memang pendek dan ringkas ia juga merupakan kesimpulan dan kandungan ketauhidan Yang Maha Sempurna.

Kajian QS. al Ikhlas (112) : 1 – 4 adalah membahas tentang aqidah Islam berlandaskan pada Ketauhidan Allah itu ahad . . . satu tidak ada duanya, sebagai pengagungan  kedaulatan dan keTauhidan Nya tanpa tawar menawar Allah adalah tujuan awal dan tujuan akhir. 

Ikhlas  fiin  Niyat
Innamal  a’malu bin niyyat – sesungguhnya segala amal sesuatu itu tergantung pada niyatnya rangkaian kalimat ini sering di ujapkan para pendakwah, orang tua dan guru – guru kita,  jika niatnya baik inshaa Allah berujung pada kebaikan sebaliknya jika niatnya jahat maka kerugian yang akan kita terima lengkap dengan resiko yang tidak akan kita duga,  kalam suci Nya :  

“Jika kamu berbuat baik (berarti)  kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu . . . .” 

QS. al Israa (17) : 7
Kalam suci dari Allah Yang Maha Suci  secara pengamalan tentu kita semua dalam rentang kehidupan bisa mengamati bahkan meneliti dan buktikan bahwa ini Maha Benar . . . !!!  

Ikhlas Dalam Ibadah
Khalillan  adalah sematan kerhormatan dari Allah kepada Nabi Ibrahim As,  disebabkan kesempurnaan sikap penghambaan tanpa tedeng aling – aling, tidak satu orang hamba_pun yang bisa menandingi kepatuhannya dalam beribadah pada Allah  bahkan putera semata wayang di minta Allah sebagai persembahan dirinya dengan ikhlas beliau persembahkan. [QS. An Nisa (4) : 125]  seperti apa ibadah kita kepada Allah hari ini  mari menghisab diri  . . . 

“Bacalah kitab amal shalehmu,  cukup dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”
QS. al Israa (17) : 14

Ikhlas Dalam Amal Sholeh
 “ . . .  maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya ,  maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatupun  dalam beribadah pada Tuhannya”   QS. al Kahfi (18) : 110


-          Mengharap pertemuan dengan Allah SWT
Landasan seseorang melakukan amal shaleh adalah semata – mata karena mengharap ridha  Allah, dalam bahasa ayat ini adalah perjumpaan dengan Nya. Sungguh betapa sakralnya perjumpaan ini, karena tidak semua bisa berjumpa dengan DIA hanya orang – orang pilihan dengan kriteria ikhlas

-          Mengerjakan Kebaikan
Amal shaleh menjadi budaya dalam lingkup semesta ; segala sesuatu yang  mungkin kita anggap sepele jika dikerjakan dengan istiqomah ishaa Allah akan selalu menjadi penilaian disisi Allah.

Bunda sedemikian terkesan dengan salah satu komunitas blog memancangkan hesteq  #Monday2follow  ini keren, cuma saja diriku  sudah sepuh seringkali lupaaa . . . . boleh juga  kita tiru seperti apa yang dilakukan  Imam Ali Bin Abi Thalib dalam setiap hembusan nafas kalimat Allah tidak penah lepas dari lisannya, jika kita membaca Bismillah di awal menyantap sesuatu,   maka sang Imam mengucapkan Bismillah dalam setiap gerakan saat menyantap hidangan yang tengah beliau nikmati.

Sekiranya kita bisa menggali dan searching banyak kisah – kisah inspiratif yang menakjubkan jiwa, bahkan seseorang berbuat baik jauh diluar nalar Subhanallah di Bandung seorang tukang  parkir memiliki Sekolah Gratis. Takjub !!!

-          Jangan menyekutukan Allah 
Zaman jahilliyyah 1400 tahun yang lalu kaum Kafir Quraisy menyekutukan Allah dengan cara nyata menyembah berhala yang mereka berinama Latta dan Uzza ada juga Manatta dan sebagainya (Bunda tidak sempet menghafal berhala itu satu – satu ea . . . secara diriku sangat pelupa);  fenomena masa kini berhalanya berbentuk popularitas,  harta benda, kecantikan,  kemewahan.  Para artis Indonesia misalnya dengan berbagai cara  kecantikan menjadi berhala kadang Bunda bingung melihat tingkah laku mereka merubah struktur wajah yang sudah diciptakan Allah dan dinyatakan oleh Nya “Aku ciptakan manusia sebaik – baik bentuk” QS. At Tiin (95) : 4  Nah kalo uang menjadi berhala . . . benar dan yakin ada perlu ziarah ke KPK. Berhala – berhala lainnya bertebaran mengundang bencana, Alhamdulillah Allah masih melindungi bangsa ini.  Belum di luluh lantakkan. Semoga Tidaaaaak . . . .

Kemelekatan Pengalaman      

Pengalaman ini tentu sifatnya terlalu individual akan tetapi bisa jadi suatu ketika ada kemiripan peristiwa pelajaran ini pun  Bunda tangkap secara bertahap setelah melewati waktu hampir dua tahun kemudian mencerna perlahan  dan seakan Allah tunjukan  “ini pelajaran penting bagimu tentang ikhlas dan memetik khusnul khotimah”.  

Nama Almarhum Muhammad Eko Slamet Riyadi wafat  06 April 2015 / 16 Jumadil Akhir 1436 H ; beberapa tahap telah beliau lewati dengan teramat sempurna :

Tahap Awal
Hari masih pagi sebagaimana biasa suami bertanya : “Bun,  pagi ini jadwalnya kemana saja” kemudian saya akan menjawab kesini dan kesana “Ohya . . . saya rapihin dulu kendaraan biar Bunda enak mobilnya bersih” dan kemudian berlalu.

Sikap cinta dan sayang pada istri selalu ia tunjukkan dengan bersahaja sekali, karena kami tidak memiliki keberlimpahan harta sehingga kata – kata sejuk dan tenang menjadi kemewahan yang sedemikian bermanfaat bagi pertumbuhan keluarga.

Tahap Kedua
Hari wafatnya saat Ayah shaum,  siang hari usai melaksanakan shalat dzuhur suami Bunda berkata agak sedikit gelisah : ”Bunda . . . saya sepertinya tidak kuat shaum, mau buka lemas sekali terasanya”
“Ayah mau tidak di buatkan bubur, sebentar tidak akan lama Bunda minta tolong Roidah” “Ohya bisa” jawabnya ringkas.

Fisiknya melemah namun beliau masih bisa buka WA dan chit chat dengan sahabat – sahabat dimasa SMA.
Bubur masak dan beliau menyantap perlahan,  Bunda duduk disampingnya sambil bernincang ringan saat usai menyantap hanya beberapa sendok saja Ayah bicara kaget :  “Bunda, saya tidak bisa berjalan tapi ingin ke kamar”. “Hayuk pegang kepundak Bunda anter kekamar” demikian ucapan Bunda ketika itu.

Tahap Ketiga
Ayah terlentang dan berselimut katanya dingin sekali posisi sudah tidak bisa berjalan dan masih bersenda gurau, Bunda menawarkan “mau dikerok ngga Yah !”   “boleh”   jawabnya ringkas. Sambil mengerok punggungnya kami masih ngobrol kemudian Bunda menawarkan air putih hangat, beliaupun bilang “boleh juga Bun, kasih tujuh kali al fatihah ya”  pesannya.
Ayah terlentang seusai meminum air hangat satu gelas penuh, kondisinya masih tampak segar walau hingga pinggang sudah lumpuh (ini fikiran Bunda) 

Tahap Akhir
Kami berdua berbincang ringan saja masih ada beberapa hal yang membuat kami berdua tertawa bersama, di penghujung kehidupan Ayah,  ia mengatakan “Bun . . . sebelah sini sakiiit sekali” beliau menunjuk pada dada sebelah kanan.

Saat itu Bunda sampaikan pada Ayah “Baca Istighfar . . . baca Istighfar” kalimat istighfar beiau baca berulang dan berulang kemudian sang Ayah yang sederhana itu tertelungkup sejenak dan tidak berapa lama tertelentang disitu Bunda Takbir berulang kali diiringi . . . kalimat tahlil dari puteri – puterinya.
Kenapa Bunda tidak segera ke dokter . . . . 

Beberapa orang yang biasa melalukan therapi bagi Ayah tengah dalam perjalanan, jika saja mereka tahu bahwa itu akhir hidup Ayah mereka akan bersegera,  jika saja Bunda tahu itu akhir hidup Ayah banyak hal bisa Bunda lakukan,  kematian Misteri Illahy Robb.

Ayah pergi dengan iringan kalimat takbir, dengan mudahnya beliau menyapa Malaikat maut tanpa berhari – hari di rumah sakit tanpa merepotkan istri dan keluarga, bahkan kami berdua masih saling bersentuan dan bercanda ria.


Yang paling penting di garis bawahi, semasa hidupnya Ayah pernah berkata bahwa jiwanya telah diwakafkan untuk perjuangan dan saya telah membunuh nafsu dunia.


Keikhlasannya muncul dan muncul ibarat slide di mata istri yang selalu dilayani dengan detail  dan sempurna, anak – anak juga keluarga  besar dan shahabatnya setelah beliau wafat,  kami sangat yakin ia bertindak tanduk dengan ikhlas.

Ciburial Bandung 11 Rabi’ul Awwal 1438 H / 11 Des 2016 M

Tulisan ini sebagai sedikit tanda Mengenang 
Maulid Nabi Agung Sang Rasulullah Muhammad SAWW


Reference : 
 

Posting Komentar