30 Des 2016

Mengenal Rukun Kabah Di Masjidil Haram



“Dan sempurnakanlah ibadah hajji juga umrah karena Allah”
QS.al Baqarah (2) : 196



Resolusi Suci  Tahun Yang Akan Datang
Bismillah . . . Allahu_Akbar !!
Membaca status Mbak Wardah Fajri resolusinya untuk   tahun 2017 yang akan datang adalah  #UmrahKeBaitullah hal yang amaging merindu dan memancang niat di tulis pada status facebook. 

Bagi para netizen menuliskan  resolusi di akhir tahun adalah semacam tantangan untuk di wujudkan secara realistis, persiapan bekal yang terkait dengan rencana – rencana pada awalnya harus difikirkan diantara yang utama adalah  fisik harus sehat dan vit, mental siap menghadapi berbagai kendala dalam perjalanan, ilmu adalah bekal yang kemelakatannya memberi manfaat tidak tanggung – tanggung untuk kebahagiaan prosesi baik haji maupun umrah sehingga  jauh – jauh hari teramat urgent  dilakukan secara bertahap. 

Subhanallah wal Hamdulillah wala Haula wala Quwwata illabiLlah,   Bunda menyambut dengan  gembira dan sangat mendukung niat suci ini  semoga terwujud syukur jika bisa berangkat bersama – sama dengan para blogger energik lainnya,  bisik – bisik serius  ke Donna Imelda Mbak Dahlia Yustina Neng Usi Saba Kota  Uni Evi Indrawanto Mbak Monika Yolando  Uni  Raiyani Muharramah Teh Nia K. Harajnto, Ceu Jalayjo, Teh Ligya Pecandu Hujan Susanti Hara Jv Mbak Sally Fauzi  Mbak Lendy, Neng Zia Subhan  dan Teh Shanty Dewi Arifin   Uni Yuni Adam, Mbak Gendis Rara Danerek Mbak Umi Lestari dan Teh Ima Rochmawati  oiya  Teh Dina Sulaeman (beliau sudah punya seat hajji, tinggal menanti panggilan antrian). 

Rukun Yamani Dan Rukun Aswadi
 
Haji Dan Umrah
Hajji dan Umrah ada persamaan dan juga berbagai  perbedaan ritual kususnya   terkait waktu,  ibadah  haji di laksanakan di bulan Dzulhijjah biasanya jamaah telah di persiapkan semenjak bulan Syawwal,  sedang  ibadah umrah  bisa dilaksanakan pada saat musim haji dan bebas di lakukan di luar musim haji,  spiritnya adalah merealisasikan kethaatan kita sebagai makhluk pada Sang Khalik sehingga secara otomatis jamaah bisa napak tilas tentang kethaatan juga  perjuangan para Nabi Agung seperti Nabi Ibrahim As dan puteranya Nabi Ismail As juga Nabi Muhammad SAW  jangan lupa Ibunda Siti Hajar dan Ibunda Siti Khadijah demikianpun Ibunda Siti Aisyah Ra adalah mereka yang cermerlang di jamannya dan cermerlang kelak di akhirat,  kita magh . . . duh rasa – rasanya kethaatan pada Allah SWT jika dibandingkan dengan mereka ibarat jarak Bumi dan Langit. 

Mengenal Rukun Kabah 
Kapanpun seseorang dipanggil Allah SWT untuk ziarah ke tanah Harom ( tanah suci ) kita semua akan menyaksikan dengan takjub bangunan sangat sakral dan bersejarah ini,  mungkin dikarenakan  aura alam Malakut yang di bawa dari Syurga ke muka bumi ini menjadikan setiap jamaah tercengang baik pada pandangan pertama demikian setiap memandangnya  tidak ada kata – kata tepat bagi penglihatan ini  kecuali doa indah . . . yang layak kita lantunkan di seluruh area Ka’bah.

Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah)  atau Baitul Atiq (Rumah Kemerdekaan),   bangunan ini berupa tembok persegi empat  yang terbuat dari batu – batu besar berwarna kebiru – biruan berasal dari gunung – gunung disekitar Mekkah. 
Rumah Allah ini tentu saja   di bangun  diatas satu fondasi yang kokoh  terbuat dari batu marmer,  tebalnya kira – kira 25 cm.  Sebagaimana Allah SWT mewahyukan pada Sang Nabi Agung Muhammad SAWW :  


Inna awwala baytin wudhi’a linnaasi lalladzii bibakkata mubaarakan wahudan lil’aalamiina



Allahlah yang  telah menjadikan Ka’bah sebagai  rumah suci_Nya  itu sebagai pusat peribadatan  dan pusat  urusan dunia bagi manusia terbukti nyata dan terang,   maka  berikut ini rincian data fisik Ka’bah sebagai berikut  (Bunda merujuk dari Buku Pintar Haji Dan Umrah Iwan Gayo);   tinggi seluruh dinding Ka’bah ± 15 m  karena bentuknya seperti kubus maka ada empat sudut dengan empat dinding yang di sebut rukun.  

Rukun Aswadi,   
Sudut Ka’bah tempat diawali dan berakhirnya  prosesi thawaf (mengelilingi Ka’bah) dari titik inilah para jamaah memulai thawaf dan dititik  ini pula thawaf diakhiri,  lebar dinding Timur  ini sekitaran 10.22 m,  rukun Aswadi adalah titik yang paling beresiko tinggi disebabkan di Rukun Aswadi terletak batu hitam dari langit sunnah menciumnya bagi mereka yang memungkinkan. Menurut Bunda sekiranya Nabi menyaksikan betapa jutaan manusia berlomba mencium Hajar Aswad dan tingkat bahaya sedemikian tinggi hukum sunah mungkin  akan di revisi beliau.

Rukun Iraqi, sudut yang satu garis dengan Rukun Aswadi posisi sebelah Utara dengan lebar dinding wilayah ini  ± 10.02 m dan  antara kedua rukun ini terdapat pintu Ka’bah di sebut Multazam  juga disepanjang garis ini jamaah selalu berkerumun bahayanya cukup lumayan perlu waspada plus berhati – hati hanya sedikit jamaah yang mengetahui di antara kedua karis ini terletak titik keluarnya air Zamzam  yang awal  ditandai dengan semacam bahan dari stenless steel berbentuk  lingkaran diameter sekitaran 30 – 40 cm, termasuk titik  ijabah. 

Denah Ka'bah
Rukun Syam, sudut yang segaris dengan rukun Syam posisi sebelah Barat lebar dinding Barat 11.50 m jika di tarik garis lurus antara rukun Iraqi dan rukun Syam terdapat Hijir Ismail dan Talang emas.  Jamaah bisa masuk ke dalam wilayah Hijir Ismail dan melaksanakan shalat dua rakaat akan tetapi harus tetap waspada,  di bawah talang emas kita dapat memeluk dinding Ka’bah sambil berdo’a memasrahkan jiwa dan raga yang penuh beban dosa tentu jika kesempatan itu tiba yang Bunda rasakan saat memeluknya jiwa ini seperti binatang yang terluka parah . . . penuh rasa malu yang tiada terhingga di hadapan Nya.    


Rukun Yamani;   posisi berada di sebelah Selatan,  Rukun Yaman lebar dinding Selatan sekitar  ±  10.13 m   jika di tarik garis lurus menuju Rukun Aswadi pada rentang ini sebagian  jama’ah bersiap naik diatas tambang yang besarnya hampir dua kepalan lengan orang dewasa sehingga dengan leluasa siapapun menaiki tambang ini dimulai titik Rukun Yamani  menuju ke arah Rukun Aswadi,  dan itu pula yang Bunda lakukan sehingga terjatuh dan terbawa arus pusaran jama’ah masih berutung (Alhamdulillah) selamat.
Tingkah polah Bunda di tahun 1996 itu seakan ada dorongan kuat untuk memperjuangkan diri bisa mencium batu hitam Hajar Aswad berhari – hari melakukan panjat tambang dengan rasa penasaran dan berulang kali gagal maning . . . gagal maning.,  penasaran dengan penjelasan Rasulullah bahwa saat memulai thawaf hendaknya menyentuh batu ini jika tidak mampu maka cukuplah dengan KissBye.

Akan tetapi rasa penasaran itu menggumpal kemudian berbuah emosi liar untuk mencium Hajar Aswad dilakukan secara sembunyi – sembunyi tanpa membawa jamaah, yang pada akhirnya introspeksi diri suatu malam menjelang shubuh Bunda lakukan thawaf sunnah dengan memohon pada Allah untuk di mudahkan mencium Hajar Aswad, adzan shubuh bergema . . . seluruh jamaah menyusun barisan (shaf) karena wilayah Multazam dikosongkan untuk menyiapkan wilayah  berdirinya  para Imam Masjidil Haram dekat dengan Maqom Ibrahim.

Ketika usai adzan shubuh area Multazam,  Hajar Aswad tampak  berkilau seakan memanggil Bunda untuk mendekat dan memeluknya dengan spontan menyerbu kewilayah yang telah kosong dari jamaah, tanpa disadari salah seorang Askar penjaga  Batu Hitam langsung menangkap perempuan bonsai ini dan melempar ke area jamaah kaum wanita berkumpul,  sang perempuan terbangun segera dan kembali berlari hingga tiga kali di lempar sang goliath tiga kali pula terbangun ;  pada kali keempat Bunda menghadap dengan santun pada wajah hitam dan sangar dan saya ucapan kalam “Salam alyka yaa Akhi, saya ingin mencium hajar aswad sekejap saja Salam Alaik . . . Assalamu’alaikum ila Anta”  tentu saja bukan sandiwara Bunda menangis mengucapkannya.

Mr. Askar melunak dan jatuh kasian pada perempuan cilik diantara ratusan ribu jamaah yang hendak melakukan shalat shubuh ketika itu dan iapun membimbing serta mengantar menuju Batu Hitam, dengan sigap Bunda lantun kan doa ; berbalik menuju area Multazam merapat dengan jamaah lainnya sujud syukur tanpa bilangan.

Rukun Yamani Rukun Aswadi Rukun Iraqi dan Rukun Syam adalah kisah demi kisah tentang perjuangan mencoba untuk menthaati hukum dan ketentuan demi ketentuan Nya, tidak mudah memang namun Allah selalu saja memberi kemudahan dengan caraNy yang tidak pernah bisa di tebak.

Bisa baca juga  Sensasi Menyaru Menuju Raudhah



 

DEDIKASI UNTUK MEREKA
Tulisan ini Bunda dedikasikan untuk semua blogger yang menuliskan resolusi suci  #HajidanUmrah2017  dan bagi 12 Putera- puteri dan mantu kami (Ritchie Ramadhan, Dzulfikar Al’Ala, Hudaibiyah Al Faruqie, Mujahidah Raihanah Fawwaz Ibrahim  Raidah Shabirah, Ra adiyyah Mardhiyyah Hannah Siti Hajar Karimah Khalillah Muta’ally As Sajjad Muhammad Ali Zainal Abidin Sajaah As Shadiqah Dzul Afaren Nasreen     

Jum'at Mubarokan Akhir Desember 2016  



Referensi :
Tafsir Ayat – Ayat Haji Telaah Intensif dari Pelbagai Madzhab. 
KH. Drs. Muchtar Adam. Mizan Khazanah Ilmu – Ilmu Islam, Bandung : 1994

Al Qur’an Dan Tafsirnya. Universitas Indonesia Jilid VI Juz 16-17-18. 
Yogyakarta :PT. Dana Wakaf UII, 1990

Buku Pintar Haji Dan Umrah. Iwan Gayo, Jakarta : Pustaka Warga Negara 2012

Posting Komentar