31 Mei 2016

ISTIGHFAR NABI ADAM AS




Qaalaa Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa – in lam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunanna mina al khaasiriina

[7:23]  Keduanya berkata :  “Ya Tuhan kami,  kami telah menganiaya diri kami sendiri,  dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,  niscaya pastilah kami termasuk orang – orang yang merugi”.   


Nabi Adam As, adalah bapak pertama umat manusia di muka bumi ini tentu kisahnya banyak di kenal dan di kenang banyak orang demikian kiprahnya tentu saja penting menjadi ibrah (pelajaran) untuk hidup dan kehidupan kita semua.

Sebagai seorang manusia pertama beliaupun tidaklah sempurna dan tidak lepas dari perasaan bersalah dan berdosa hingga puluhan tahun Nabi Adam berdoa dengan kalimat – kalimat menyayat dan dipersembahkan hanya pada Allah SWT.

Ber istighfar ( memohonkan ampunan ) pada Allah bukan hanya wilayah para Nabi,  Rasul,  Malaikat dan orang – orang shaleh . . . juga merupakan wilayahnya kita sebagai umat manusia, hamba Allah yang produksi dosanya dari waktu kewaktu. Maka selayaknya dan sewajarnya mohon ampunan pada Allah SWT. khususnya menjelang dan saat bulan ramadhan.

Sebagaimana telah Bunda kutipkan ayatnya diatas, dan kemudian di penggal – penggal agar dapat menghayati lebih mendalam sehingga saat menghantarkan do’a kehadirat Nya kita memahami betul maknanya.
Insya Allah.  Amin.  

Qaalaa Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa 

Keduanya berkata :    “Ya Tuhan kami,  kami telah menganiaya diri kami sendiri,   . . . . . “

Makna keduanya kita tidak perlu menebak, jelas ini di tujukan pada Nabi Adam As, beserta Ibunda Siti Hawa yang terjebak oleh bujuk rayu Syetan sungguh menyesal dan diungkapkan dengan rendah juga kalimat sangat nelangsa setelah keduanya diusir dari Surga yang berlimpah kenikmatan.

Sehingga dapat kita fahami bersama dari kalimat nelangsa ini bahwasanya jika kita berani melanggar dan menerabas juga menerobos melakukan dosa hakekatnya adalah penganiayaan pada diri sendiri. 
Naudzubillahi min dzalika.

wa – in lam taghfir lanaa watarhamnaa


“ . . .  dan jika  Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,  . . . “

Prioritas dari do’a dan harapannya adalah :

1.      Diampuni dosa – dosa karena kelalaian dan pembangkangan dari kalimat – kalimat Nya

2.      Mohon kasih sayang Allah dalam menempuh perjalanan di alam dunia ini dengan berbagai hal yang mendukung berlangsungnya pengembaraan


“ . . . . lanakuunanna mina al khaasiriina . . . “

“ . . . . .  niscaya pastilah kami termasuk orang – orang yang merugi”.  
Bayangkan oleh diri kita secara individual, 

Pertama
Jika kemudian kita yang melakukan pembangkangan itu dan membandel tidak menuruti apa yang diperingatkan Allah sehingga terusir dari Surga . . . .

Kedua
Allah tidak mengampuni dari dosa – dosa pembangkangan  apalagi menyayangi kita, sehingga mungkin hidup dialam dunia hanya duka nestapa yang tiada ujung tanpa anugerah cinta dan kasih sayang Allah.

Ketiga
Sudah mah dialam dunia rugi,  tentu kita tidak ingin merugi pada level yang lebih tinggi lagi.

Kapan Istighfar Nabi Adam As ini layak di baca ?  sebagaimana keutamaan berdo’a itu waktunya disamping ba’da shalat wajib terkenal dan populer do’a ini dibaca pada sepertiga malam, minimalnya bangun konektivitas diri kita dengan Allah apalagi di bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan perjamuan Ilahii . . .

Salam Marhaban Mubarokan.
Selasa,  24 Sya’ban 1435 H  / 31 Mei 2016 M

21 Mei 2016

Melangkah Jadi Pengusaha Kios Dagang Online Bersama Kudo


fliyers Blog Kompetition Kudo

Ibunda Siti Khadijah dikenal pada masanya sebagai pengusaha yang  ‘kakoncara’  karena ketrampilannya dalam berusaha dan berwiraswasta, sungguh tidak mudah dan sangat berat jika perusahaannya di jalankan tanpa bermitra dengan seseorang atau siapapun yang bisa diajak share menuju tujuan dan cita – cita bersama.

Maka beliau mencari mitra usaha yang bisa dipercaya dan cerdas dengan IPK diatas tiga ( perkiraan sejenak saja ya . . . diasumsikan kemasa kini ) dan persyaratan utamanya adalah amanah  berjuang menjaga perbendaharaan kekayaannya.

Dapat segera di tebak ketika Ibunda Siti Khadijah kemudian memilih Muhammad yang memiliki gelar al – Amin,  ia dijadikan mitra usaha yang canggih karena kecerdasan, kejujuran serta akhlak yang menyilaukan siapapun yang berjumpa dengan Muhammad.
Jika saja kita menarik pelajaran dari sekilas kisah tentang kiprah Nabi  Muhammad SAW dan Ibunda Khadijah,  bahwa sesungguhnya Allah memberi pelajaran pada semua hamba – Nya menjadi pengusaha bukan alternatif namun solusi dalam menjalani kehidupan kapan dan dimanapun juga.

Masa kekinian memang menjadi pengusaha adalah solusi akan tetapi tidak semua bisa dan tidak semudah membalikan telapak kaki apa lagi tangan dhu . . . dhu . . . dhu, bagaimana mencobanya ya agar bisa menjadi pengusaha.

Inilah alkisah penulis sebagai  seorang Bunda merintis agar putera dan puterinya menjadi pengusaha online memang lebih banyak kisah bapernya tapi baiklah coba panggil dulu Kang Arul, dari beliaulah kami para blogger Bandung mengenal Kudo,  dengan jargon keren dan memotivasi bahwa  “Semua Bisa jadi Pengusaha”  dibeberapa standing banner tercantum kalimat bersahabat   NowEvery One We Can Shop sederhana akan tetapi sangat  growing.

Berawal pada   Jum’at  18  Desember 2015  sekitar 40 blogger hadir  di jalan Setiabudi  112  Bandung,  pada acara kelas blogger bareng Kang Arul dan Pak Saifuddin Sayuti juga rekan sejawat keduanya Pak Nur Terbit.

Pada kesempatan inilah kami memperoleh pemahaman bahwa Kudo adalah singkatan dari Kios Dagang Online yang dirintis oleh dua anak muda ( cerdas pastinya Kaka . .) kini Kudo menginovasi sistem demi kenyamanan pelanggan dan agen.

Dua orang anak muda  founder PT. Kudo  yaitu Albert Lucius dengan posisi cukup bergengsi sebagai CEO & CO dan  Agung Nugroho selaku COO & CO keduanya kompak meletakan basic perusahaan ini  pada tahun 2014.

Usai acara kami ngobrol – ngobrol ringan bersama Kang Arul, Pak Saifuddin juga Pak Nur Terbit  dan kemudian beberapa orang blogger siap menjadi agen Kudo dengan beberapa syarat ringan tidak ribet  mengisi formulir plus foto copy KTP beberapa hari kemudian Kang Dieki dan Kang Ihsan mengiring tab kepada penulis dan Fajrudin sebagai pendukung dan  pelengkap operasional Kios Dagang Online.

1.  Karena yang menjalankan operasional Kudo adalah salah seorang puteri penulis maka beberapa keluhan muncul diantaranya :

-         2.  Sering sekali saat berkirim pulsa lelet dan tidak terkirim kemungkinan jaringan karena posisi di utara kota Bandung.    

-         3.  Sistem penjualan berat diongkos, misalnya butuh kerudung lima potong pembelian terbatas hanya dua potong saja maka jika butuh banyak agen atau pembeli akan terbebani oleh ongkos kirim

-         4.  Struk pembelian tidak bisa diakses.

Sudah dikomunikasikan Alhamdulillah terjadi perubahan signifikan meskipun membutuhkan proses yang cukup panjang.  

Hal penting namun terkesan detail yang tidak perlu  adalah  satu moment yang mencerahkan bagi para agen karena dalam perjumpaan tersebut  para agen Kudo Indonesia dapat saling tukar pengalaman dan menurut penulis ini sangat positif kendati acara masih  perlu dikemas ulang, misalnya bagaimana caranya mengakrabkan antar agen.

Kesannya penting untuk jumpa,  saat itu  di Car Free Day kami saling berbagi tepatnya 17 Januari 2016 dan meskipun sederhana Kudo menjamu agen dengan sopan dan bersahaja, terima kasih para FO.    

Albert Lucius dan Agung Nugroho
Berjumpa Founder Kudo Huhuuy . . .   

Penulis menjadi sangat terkait dengan Kudo Indonesia tujuannya agar putera dan puteri penulis melek cara berdagang online lewat Kudo, namun karena masing – masing masih berkutat di kesibukan Kampus Alhamdulillah Bundanya yang dapat menyerap dan kemudian mentransfer perkembangan teknologi  Kudo khususnya di Bandung.

Tidak menyangka akan berjumpa dua anak muda energik yaitu Albert Lucius dan Agung Nugroho  di pertemuan pada 3 Maret 2016
Pada hari ini,  PT. Kudo Teknologi Indonesia hadir di Kota Bandung untuk menyebarkan semangat  “Yuk Jadi Pengusaha”   dan perubahan itu hadir bersama keduanya dengan meluncurkan aplikasi mobile Kudo.  

Albert Lucius dan UMKM Jabar

Baik Albert Lucius maupun Agung Nugroho menguraikan hal yang perlu di garis bawahi bersama bahwa :    
yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan pengusaha dan UKM digital dengan menggunakan Kudosebagai akses.  

Tentu saja ini keren, disamping masih pada muda dan mereka telah mempunyai prediksi kompak bahwa menyasar satu juta pelanggan pada masa yang akan datang adalah hal yang logis dan perlu sama – sama di kejar dengan berbagai strategi yang bisa dimainkan secara sportif

Kesempatan siang hari itu para agen diarahkan untuk mendownloud aplikasi Kudo lewat google play  store.

Para FO Kudo mencoba menyusuri siapa – siapa saja yang membutuhkan bantuan downloud instan ketika itu,  penulis tidak melakukan hal yang sama dengan beberapa pengunjung dan agen Kudo  saat pertemuan di jalan Gandapura karena diantaranya ;
-         Aplikasi pada hp android sudah padat, butuh perangkat baru dan berharap puteri Bunda masih bisa mengunduhnya di handphone pribadinya. 

-         Penulis berfikir,  kenapa tidak mengoptimalkan tab yang ada sehingga lebih berfungsi  saat itu baru sebatas pemikiran akan tetapi pada prakteknya puteri penulis lebih care menggunakan handphonenya ketimbang tab Kudo.

-         Kata sang puteri jika menggunakan tab harus membeli pulsa untuk paket tab Kudo, sedang menggunakan handphone lebih hemat paketnya sekalian.

Berharap semoga tab bisa di fungsikan sebagai android umumnya sehingga multy fungsi dan Kudo peduli terhadap agen yang telah menggunduh aplikasi Kudo pada android yang biasa digunakan sehari - hari, tanpa pakai hestek peduli ( #peduli ),  selalu percaya pada teknologi yang selalu di kembangkan oleh tim manajemen Kudo.

Maka Kudo resmi di launching dengan demikian siapapun bisa jadi pengusaha, pas sekali tanpa menggunakan fasilitas tab dari Kudo akhirnya siapapun memungkinkan jadi pengusaha.
Mengapresiasi Albert Lusius, Agung Nugroho dan jajaran Kudo dengan aplikasi terbaru Kudo yang lebih ramah bagi semua pengguna android.    

gathering Kudo bersama Desi Purnamasari dan Penulis

Gathering Kudo Bersama Desi dan Firman

Program sustainable (berkelanjutan dan berkesinambungan) bagi Kudo tampak berasa, sebagaimana yang dapat penulis pantau sehingga kami baik agen maupun yang tidak menjadi agen kembali diundang untuk mengikuti acara gathering dengan pembicara yang juga keduanya sangat masih muda Desi Purnamawasri dan Firman Ardiansyah.

Perjumpaan kali ini dilaksanakan sekitaran  jalan Dago 92 pada hari Sabtu pagi (02 April 2016) baik Desi maupun Firman menjelaskan kembali tentang penting menjadi pengusaha online dan cara mudah mengaplikasi Kudo. 

Khususnya Desi Purnawasari dengan cerdas  menunjukan arahan sederhana mendownloud  Kudo di google play  store, penulis menyimak sambil mentwitt kegiatan di siang itu boleh kita telusuri caranya secara bertahap.

Tahapan Awal :

-         Siapkan androidnya dalam keadaan on, dan segera unduh aplikasi Kudo
-         Mengunduh dari Google Play Store  

Aplikasi Kudo Awalan

Tahap Kedua :  

-         Mendaftar dengan beberapa data utama seperti nama kabupaten / kota, kecamatan dan kelurahan domisili calon pelanggan plus  foto copy KTP  dan pencantuman kode referal angka atau huruf sesuai yang diberikan fihak Kudo bahkan sudah dicantumkan dalam standing banner.    

daftar : dok.pribadi


Tahap Ketiga                 :  

-         Mengisi kolom no tilpon dan alamat jelas calon agen sesuai yang tercantum di KTP, sangat tidak penting bermain api dengan menggunakan KTP palsu penulis memprediksi saja dengan  memiliki KTP palsu  berarti ada  i’tikad yang tidak baik jika masih keukeuh sama dengan  menggali kuburan untuk diri sendiri  maka hal ini  sangat mengerikan.   


kiri gambar dari sini,  kanan : dok.pribadi
 Tahap Keempat        : 

-         Pada kolom selanjutnya adalah data diri seperti nama sesuai KTP  no tilpon dan domisili penting di tulis alamat e_mail,  karena dengan surat elektronik inilah mundar mandirnya informasi, pada android yang menjadi perangkat pembantu saat berjualan dan bertransaksi secara online.  

picture form Data diri  : dok.pribadi


Tahap Kelima                :  

-         Pada tahap ini akan muncul kotak dialog yang menyampaikan salam “Selamat Datang” dengan logo Kudo yang sangat elegan
-         Isikan e_mail pada kolom kosong, usai pengisian klik kotak yang bertuliskan   “lanjut”
-         Ditungguh sejenak . . .

pict : kiri dari sini,  pict kanan : dok.pribadi  

Tahap Keenam     :

-         Muncul pada kotak (layar) berikut tampilan yang menginformasikan kode referal masing – masing pelanggan atau agen yang akan melakukan penjualan dan pembelian online.
-         Penulis memiliki kode referal otomatis dari Kudo  A9X87JM.

horee dapat kode referal, pict : dok.pribadi


 Tahap Ketujuh               :

-         Tampak pada layar ilustrasi Mr. Kudo tengan didepan laptop serius dan santai melakukan transaksi online
 Lakukan semuanya dengan penuh kejujuran dan kecerdasan sebagai mana yang telah di kisahkan pada mukadimah.    
  

@Prime Coffee & Tea Factory  menjadi saksi bisu bahwa sesungguhnya di tempat ini sempat hadir seorang perempuan mungil bernama Desi Purnamasari,  memandu hadirin untuk memahami betapa mudahnya menggunakan aplikasi Kudo Dagang online dan tidak lupa ia menginformasikan jika ada keluhan – keluhan terkait proses transaksi bisa melalui :

Costumer Service :

-         e_mail

Masa kini sudah tidak lazim jika menggunakan surat ditempel perangko dan diantar ke kantor pos yang jaraknya jauh, sungguh ribet Kaka dan lama or kurang hemat waktu. Tenaga dan biaya, dengan surat elektronik yang dikenal dengal e_mail para pelanggan yang ingin menyampaikan apapun apakah keluhan, usulan lakukan via e_mail ini : 

cs@kudo.co.id

-         Phone Call
Alternatif komplain atau usulan bisa melalui layanan phone call : +62 -21-2751-3980  penulis kira butuh juga sekali – kali melakukan panggilan lewat tilpon, jika situasi dan kondisinya memang dirasa tepat.

-         Whats app
Melakukan informasi via whats app mungkin lebih care maka silahkan ke nomor ini :  
0856-9229-0517
0858-1718-1259
0857-5885-2236

- Livechat
Pelanggan bisa bertukar info dengan live chat via FB atau twitter yang mempermudah segala sesatunya atau bahkan bisa dengan IG.  


Fenomena dagang online dengan cara mudah dan praktis telah melewati masa yang lumayan panjang di mulai ketika Kudo di perkenalkan Kang Arul lewat kelas Blogger pada desember 2015 tentu tim manajemen Kudo telah berhitung dari sisi bisnis dan juga aspek pembinaan mental pengusaha, tentu tidak seketika semuanya harus melalui proses yang terukur dan berkesinambungan.

Berharap putera - puteri penulis semakin dalam mengenal dan memasarkan Kudo, semakin dapat memahami perjuangan menegakan nama Pengusaha yang bersahabat dengan lingkungan sekitar dan pengusaha yang melek teknologi juga kemajuan jaman.
Mari melangkah menjadi Pengusaha Kios Dagang Online.

#CeritaKudo 
facebook :  Kudo Indonesia



Jl. Yado 1 no.7, Radio Dalam,
Jakarta Selatan, 12140 


 

17 Mei 2016

Kearifan Lokal Menabung Emas Minimal Hanya Lima Ribu Di Pegadaian


Siapa Mau Nabung untuk dapatkan Emas Murni

Lintah Darat
Panitia Road Blog Bandung disamping memberitakan lewat grup  Blogger BDG kegiatan yang akan diselenggarakan pada  Sabtu 14 Mei 2016 kemudian memberitakan via e_mail baik tentang undangan dan disusul kemudian rundown acara. Terima Kasih Kaka  Panitia.

Acara cukup padat merayap memang rundown sudah diterima namun tidak di baca (salah siapa, panitianya sudah baik sekali ) dan tidak begitu memperhatikan juga kalau mau ada Pegadaian eaa . . .

Menyimak presentasi yang di sampaikan, terpampang di fikiran kata pegadaian banyak kisah tragis di balik kata itu yang sempat penulis alami bukan karena berurusan dengan pegadaian justru berurusan dengan nasabah pegadaian tradisional datang kepintu – pintu ala ala tok tok wow  yang bunganya berlipat lipat ganda mencekik rakyat miskin atau membunuh perlahan dulu sich populer juga di sebut lintah darat.

Lintah darat ini melakukakan operasi kerumah – rumah berdasar survey tim mereka  yang lumayan canggih kendati dahulu tidah ada handphone boro – boro android alah Kakak . . . . tidak secanggih masa kini tapi mereka nyebar informasi secepat kilat dimana -  dimana saja orang miskin yang lagi emerency butuh fullus,  mereka muncul kesannya mirip – mirip dewa namun sesungguhnya mereka itu Iblis. 

Menanda Tangani Pembukaan Rekening Tabungan Emas, pict : dokpribadi
Pembinaan Majlis Taklim
Lima tahun yang lalu disalah satu Majlis Ta’lim penulis di minta oleh koordinator  jamaah agar membahas tentang  ‘riba’ demikian tanpa berfikir matang sore itu di bahaslah dalam Masjid yang masih dalam proses penyelesaian.

Penulis menjelaskan dalam  suasana riuh yang tidak biasa dari sekitar lima puluh ibu – ibu yang biasa hadir dengan tingkatan usia yang cukup variatif rentang usia 25 – 85 tahun, dalam kesempatan satu jam penuh di bahas secara rinci plus tanya jawab dan diskusi.

Riba dalam realitas kehidupan sosial sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup seseorang bahkan keluarga dan tentu saja negara akan tercekik hutang riba,  definisi dalam kaidah agama dirinci dengan maksud agar jama’ah yang hadir faham dan mengerti.

Dalam tinjauan bahasa  riba = dziyadah (tambahan)  maksudnya adalah tambahan atas modal baik penambahan itu sedikit atau banyak  tentu saja ini jadi perbincangan cukup panas,  sehingga dalam majlis ada yang menyimak dengan khusyu’ sebagiannya buka forum sesama mereka.
semoga barokah untuk keluarga Indonesia, pict : dokpribadi

Lanjut saja pembahasan disore itu cuek bebek dengan yang membuka forum pribadi, berusaha menarik perhatian bagi beberapa Ibu yang tetap fokus pada kajian.
Jika kita menelaah beberapa buku yang mengkaji tentang riba dalam konteks ajaran Islam sepertinya hampir semua sepakat bahwa riba tidak boleh satu suara haram  akan tetapi ada beberapa pandangan moderat yang mengatakan contoh : 

“bila bank baik milik pemerintah atau swasta itu dikategorikan  haram  sesungguhnya haram dalam salah satu pandangan  kalau digunakan uang nya untuk proses kegiatan konsumtif,  jika untuk membiayai kesehatan pendidik atau untuk usaha produktif maka itu yang tidak diharamkan”.

Intinya :
Riba diharamkan oleh seluruh agama samawi,  dianggap membahayakan oleh agama Yahudi, Nasrani dan Islam.

Di dalam Perjanjian Lama :
“Jika kamu mengqiradhkan harta pada salah seorang putera bangsaku jangan kamu bersikap seperti orang yang menghutangkan;  jangan kau meminta keuntungan untuk hartamu”.  Ayat 25 fasal 22 Kitab Keluaran. (p. 117) 

Konsep ini tentunya terkait dengan lebih utama menjaga persaudaran di bandingkan dengan akumulasi atau penumpukan harta, yang menjadikan seorang manusia super rakus, demikianpun  dalam Kitab Imamat.

“Jika saudaramu membutuhkan sesuatu  maka tanggunglah. Jangan kau meminta darinya keuntungan dan manfaat”
Ayat 35 fasal : 25 Kitab Imamat 

Kecuali itu orang – orang Yahudi tidak mencegah riba dari orang yang bukan Yahudi,  seperti apa yang dikatakan dalam ayat 20 fasal 23 Kitab Ulangan.  Dalam kaitan ini Al Qur’an menjawab  mereka seperti pada surat An Nisa (4) : 16

“ . . .  dan disebabkan mereka memakan riba padahal mereka sesungguhnya telah dilarang darinya”.

Di dalam Kitab Perjanjian Baru :
“Jika kamu mengqiradhkan kepada orang  yang kamu mengharapkan bayaran darinya,  maka kelebihan apa yang di berikan olehnya.  Tetapi lakukanlah kebaikan – kebaikan dan qiradhkanlah tanpa mengharapkan pengembaliannya dengan begitu pahalamu berlimpah ruah”. Ayat 34, 35, fasal 6 Injil Lukas.  (p.117 )  

Berdasarkan nash ini,  para gerejawan mengharamkan riba secara total. Scubar berkata :  “Sesungguhnya  orang yang mengatakan riba bukan maksiat,  ia dihitung sebagai orang atheis yang keluar dari agama”.

Paus Pius berkata :  “Sesungguhnya para pemakan riba,  mereka kehilangan harga diri / kemuliaan dalam hidup di dunia dan mereka bukan orang yang pantas dikafankan setelah mereka mati”.

Al Qur’an menyinggung masalah riba di berbagai tempat,   
tersusun secara kronologis berdasar urutan waktu :
QS. Ar Ruum (30) : 39
QS. Ali Imran (3) : 130
QS. Al Baqarah (2) : 278 dan 279
(p.118)
Harapan Memiliki Emas sebagai investasi aman, pict : dok.pribadi  

Usai pembahasan yang lumayan panjang dan melelahkan, memang terasa agak ganjil pertemuan dan pembahasan kali ini, setelah beberapa pekan menelusuri penyebab keriuhan dalam Majlis ini baru terungkap bahwa umumnya masyarakat disini hidup dari uang yang di tebar para lintah darat itu seakan mereka tidak punya pilihan.

Hingga kini penulis masih tetap setia membina Majlis ini, namun berusaha menghindar pembahasan tentang riba secara khusus dan rinci karena jelas akan menumbulkan kegaduhan,  kajian tentang riba cukup diselipkan saja sebagai  proses penyadaran tentang pentingnya menjauhi riba dengan salah satu solusinya membangun koperasi yang lebih aman,  memang pemerintah harus hadir di tengah – tengah mereka bagus dan mendukung adanya  Program Sahabat Pegadaian ( Costumer get Costumer ) penulis beranggapan konsep ini cocok di terapkan di tengah – tengah masyarakat seperti Majlis Taklim yang tersebut.

Pegadaian Mengatasi Masalah Tanpa Masalah

Eksekusi Rumah Tinggal Sebagai Barang Jaminan 
Kisah tragis lainnya adalah  seorang saudara jauh yang terkena deadline eksekusi rumahnya, entah alasan apa sehingga  penulis yang dijadikan sandaran bagi dirinya untuk menutupi hutang – hutang yang setiap hari membengkak seperti cancer ganas. 

Penulis dikejar kejar siang malam, di tilpun selama satu bulan penuh lari kemanapun dikejar by handphone,  sedihlah Kakak merasakan seperti buronan satu sisi ingin menolong tidaklah mungkin uang sejumlah wow bingits boro boro menolong dirinya,   diriku saja tidaklah mampu menyiapkan  uang sejumlah  enam puluh satu bulan cash saat itu jaman satu dolar 8000 ; lalu . . .  lari dan lari menghindarinya karena sudah menolak dengan halus adalah salah satu cara orang timur berbasa – basi, 

sangat tidak masuk akal untuk situasi rumit ini. 
Menolak dengan bicara secara menggunakan  logika dan demikian  berulang ulang penolakan yang penulis lakukan lha koq tidak mempan ya.
Ijab Kabul dengan salah seorang petugas, pict : dok.pribadi

Menolak dengan cara menghindari berjumpa tatap muka dengan korban lintah darat dengan cara pergi - pergi dari rumah berlari lari seperti The six million dollar man,  
jiaah . . . lebay nyak  ( sumpah serius ini bukan fiktif dan pengalaman ruhani yang tersimpan kuat gegara lintah darat ). 

Kisah ini jauh dari dramatisasi, karena sesungguhnya operasi lintah darat itu menyusuri masyarakat yang rentan kemudian mereka sebagai korban yang tidak berdaya  mencari perlindungan kemanapun mereka bisa, bukan sial jika kemudian penulis selalu menjadi sandaran para korban, yang sial adalah disaat mereka butuh pertolongan harusnya  bisa menolong akan tetapi sebagai rakyat yang sama - sama dhu'afa tentu saja penulis tidak memiliki finansial yang memadai. Hai hai . . . pemerintah ada dimana . . . dirimu ? atau adakah Malaikat di tengah mereka.

Marketing Dampak Lintah Darat  
Penting sekali penulis ungkapkan salah seorang korban yang secara tidak langsung dari modus operasi lintah darat di negeri ini,  adalah kisah Ibu Hj. Susi dan Pak Haji Rachmat Buchori yang bingung dan kebingungannya di share kepada penulis.

Beliau berdua terbilang hidup cukup dan  mapan dengan rumah gedung,  halaman luas mereka juga memiliki  sejumlah tanaman diantaranya pohon  sukun yang berbuah sepanjang masa tanpa mengenal musim baik di goreng atau direbus rasanya manis serta pulen, memang Pak Haji gemar bertanam pohon - pohon langka.

Halaman parkir milik mereka bisa digunakan sekitar  enam mobil,  kolam ikan menjadi salah satu aset dalam kehidupa Pak Haji,  beliaupun sangat mengutamakan pendidikan bagi putera dan puterinya.
 
Mang Parkir hayuuk tampil . . . pict : dok.pribadi
Salah seorang puteri tertuanya ada yang sekolah di Jerman jurusan komunikasi,  si bungsu kuliah di kedokteran UNPAD, Pak Haji beserta istrinya memiliki citra sebagai orang kaya yang sangat dermawan kendaraan harian fourtuner  plus  mobil  operasional box mengangkut macam – macam hasil kebun.

Keluarga ini tanpa mereka sadari hidup dalam komunitas masyarakat yang terjerat hutang dari para rentenir,  karena dikenal dermawan inilah sehingga timbul berbagai masalah dalam perjalanan hidup keduanya dan penulis secara tidak langsung akhirnya penulispun kecipratan masalah penyakit dari lintah darat yang merepotkan.

Pada awalnya mereka berusaha menutupi utang satu dari penduduk di lingkungannya, pada hari lain muncul  dua orang eh lama – lama menjadi duapulu tiga puluh . . . semua butuh di tolong,  sebagai orang yang cukup peduli pada problem sosial akibat lintah darah maka mereka berdua mencari solusi.

Pak Haji dan istri membuat usaha dan melatih semua korban lintah dara ini agar tidak menggantungkan diri dari uang uluran tangan mereka berdua,  tentu saja apa yang beliau lakukan tantangannya adalah mental SDM yang di bangun dalam situasi kemiskinan plus kemalasan dan konsumtif aduh . . . Kaka nasib rakyat empat miskin lima sempurna malasnya. ( Istilah empat sehat lima sempurna ini terkait makanan sehat)

Membina dan  melatih etos kerja salah satu  persoalan yang otomatis bukan hal sepele,  persoalan berikut kerupuk  basreng yang di hasilkan saat hasil olahan harus dipasarkan siapa yang harus bergerak.

Pak Haji membujuk rayu agar penulis yang memasarkan produksi dari anak buahnya yang korban para lintah darat,  waduh singkat cerita dipasarkanlah produk mereka  di Car Free Day Dago setiap hari ahad, di war war ke keluarga tentu ini muncul persoalan baru lagi bagi kami sekeluarga.

Demikian tiga kisah yang diungkap disini ketiganya menimbulkan trauma tersendiri bagi keluarga penulis akibat praktek lintah darat, yang dampaknya tidak hanya mereka yang terlibat langsung juga orang disekelilingnya diriku dan keluarga terimbas kerepotan massal mau tidak mau ya harus mau Kaka . . .

Pastilah pemerintahpun tidak menutup mata,  penulis yakin  munculnya pegadaian dengan salah satu program yang menjadi primadona adalah pegadaian emas  harapannya benar – benar menjadi salah satu solusi hebat dan penting kita syukuri bersama dan memang dengan komitmen :   
  

Mengatasi Masalah Tanpa Masalah


yang terbayang dalam benak penulis pegadaian ini menjadi wakil pemerintah yang di butuhkan oleh masyarakat di akar rumput,  karena apa yang penulis alami kemudian di ungkap disini adalah bagian terkecil dari persoalan besar bangsa ini. 
Kemudian beberapa program yang ada di pegadaian,   yaitu  :

-         Kredit Mikro Pegadaian ( Solusi Handal Pengembangan Usaha)
Walaupun di Indonesia ini telah tumbuh berbagai lembaga keuangan baik konvenssional ataupun syariah penulis beranggapan pegadaian lebih care dalam masyarakat di akar rumput sehingga salah satu program menarik, seperti  pinjam 1 (satu) juta bunga hanya Rp 10.000 / bulan cukup mudah di fahami dan persyaratan tidak terlalu berbelit,  yaitu :

  • -          Memiliki Usaha UMKM
  • -         Foto Copy KTP dan KK (kartu keluarga)
  • -         Memiliki agunan kendaraan bermotor (    (BPKB asli, Foto Copy STNK dan Faktur Pembelian)
Tentu saja pegadaian ditantang untuk lebih bersahabat dengan rakyat sehingga apapun yang menjadi ketentuan atau persyaratan  semoga masyarakat mampu dan bisa memenuhinya tidak menimbulkan kesan mempersulit dan mencekik sebagaimana praktek lintah darat yang telah marak dan kita faham tentang keganasan mereka.

-         Pegadaian Investasi Emas Batangan ( Solusi Tepat Investasi Masa Depan )
Untuk masyarakat kelas tertentu emas memiliki tempat khusus, sehingga cukup strategis pegadaian meluncurkan program ini dengan beberapa keuntungan, diantaranya :

1.      Cicilan flat perbulan tidak terpengaruh harga.
2.      Dijamin keaslian karat dan gramnya
3.      Pembelian bayback yang kompetitif
4.      Bisa dikonsinyasikan di pegadaian

Yang perlu menjadi pertimbangan penulis untuk berkontribusi membukan rekening di pegadaian berdasrkan apa yang di ungkapkan dalam brosur bahwa 
harga logam mulia cenderung stabil ; logam mulia di terima di semua kalangan ;  logam mulia mudah diuangkan dengan resiko investasi sedang.  

-         Pegadaian Tabungan Emas ( Cara Mudah Punya Emas ) 
     Keinginan  memiliki emas,  penulis rasakan bukan hanya dominasi kaum perempuan kaum lelakipun tidak sedikit yang tertarik memiliki benda ini apakah batangan atau telah menjadi perhiasan,  jika kemudian pegadaian memiliki program tabungan 
     Pegadaian Emas dan penulispun telah tertarik  mendaftar di booth RoadBlogBDG diantara jeda saat acara berlangsung, data utama yang penting yaitu :

Nama : Intan Rosmadewi
No KTP : 320 406 540 36 20003

Tentu mendaftarkan diri dengan identitas namadan copy  KTP semua persyaratan di bantu sepenuhnya oleh para  petugas dalam keadaan sadar dan bahagia bisa punya satu harapan memiliki tabungan emas untuk puteri cantik kami, karena : 

Aman dititipkan di pegadaian
Sebagaimana masyarakat faham dan yakin menggadaikan emas di pegadaian rasanya belum pernah mendengar berita hilang agunan emasnya  saat seseorang menggadai emas  . . . ngga tuh !  Pegadaian di kenal keamanannya bila masyarakat menitipkan emas.

Ringan bisa menabung dengan dimual Rp 5000
Ketentuan ini,  bagi penulis mengakomodir salah satu kearifan lokal bayangkan satu mangkok ba’so saja sudah melebihi harga limaribu rupiah lalu ramahnya pegadaian membuka diri dengan uang yang relatif bisa dijangkau kalangan grassroot

Mudah karena dapat di jual kembali
Emas memang investasi yang bersahat untuk semua kalangan masyarakat karena bisa dijual kapanpun juga.

-         Sahabat Pegadaian ( Costumer get Costumer )
Program sahabat pegadaian costumer get costumer adalah program yang memberikan ruang kepada siapapun yang memiliki ketrampilan mengajak dan upaya dari pegadaian dengan iming – iming menggiurkan,  ini penulis anggap sebagai motivasi agar masyarakat bisa kembali berakrab ria dengan pegadaian.

Tentu saja apa yang diharapkan oleh pemerintah dimana pegadaian bisa disosialisasikan dengan lebih gencar lagi, harapan kita semua sedikit demi sedikit bisa mengikis habis praktek praktek lintah darat yang jelas meruntuhkan sendi – sendi kehidupan sosial.
Pegadaian semoga menjadi solusi di akar rumput.


Referensi  :
Sayyid Sabiq. Fiqih Sunnah Jilid 12-13-14 cet.8.  1996
Bandung : PT. Alma Arif

#sahabatpegadaian 



OJK – Ototitas
Call Center : 021 8581162
                   02180635165