31 Agt 2015

Perjamuan Ruhani Dari Pak Nazarudin Umar




Seperti air menyiram tanaman yang telah lama tidak tersiram bahkan mungkin hampir mati,  maka pemaparan tentang   "Amaliah Tasawuf dalam Kehidupan Modern"  bersama Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar, MA (mantan Wamen Agama) pada siang hari itu sangat menyejukkan hadirin yang menyimaknya.
Hal tersebut disamping daya pikat keilmuan beliau yang mendalam di tunjang pemaparan yang sangat fokus terkait Syukur – Syakur ; Mukhlis dan Mukhlas.   

Sementara ini yang Bunda fahami, ada tiga dimensi dalam diri manusia :
1.          Dimensi Jasad yang butuh makan, minum dan nikah
2.         Dimensi Aqal yang membutuhkan ilmu juga pengetahuan
3.         Dimensi Ruhani butuh iman, keyakinan dan asupan – asupan jiwa  untuk menyegarkannya atau mencharge agar berfungsi dan memiliki qalbu yang muthma’innah

Secara syareatnya manusia sangat fokus terhadap perkembangan dan pertumbuhan jasadi, sehingga makanan dan minuman diulik supaya semangat untuk menyantap dan perlu diperhatikan juga aspek kehalalannya sebagaimana jargon (?) bangsa ini dalam aspek makanan agar memiliki bangsa yang sehat pakai kalimat . . .  empat sehat lima sempurna;  jangan keliru ada juga yang memplestkan dan sehingga di pelintir jadi empat sangat miskin plus menderita dan lima mati sempurna (karena kemiskinan dan penderitaannya).

Adalah akal dan fikiran manusia yang bertumbuh dan berkembang untuk menghidupkan neuron – neuronnya sehingga menjadi makhluk yang berilmu dan berwawasan yang luas   jika dikasih asupan ilmu dan pengetahuan berdampak pada keluasan pengetahuan sehingga dapat mencari solusi dalam melayari kehidupan dialam dunia ini,  dengan demikian pemerintah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang ddikenalah apa yang disebut sekolah formal dan sekolah non formal. 

Dari pendidikanlan ketrampilan berfikir, menganalisa, memecahkan masalah, kreatif dan inovatif sehingga seseorang meraih kemampuan – kemampuan yang menakjubkan, khususnya mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi baik secara individual atau bahkan secara sosial.

Dan asupan ruhani inilah yang paling hakiki yang mestinya mendapat prioritas utama sejuta persen  oleh masing – masing dari kita karena kedalaman ruhani akan memberikan dan berdampak kepada pengenalan kepada Allah SWT,  sehingga aura Nur Allah melingkupi diri dah kehidupannya.
Bapak Nazarudin Umar saat memberikan taushiahnya di hadapan jama’ah Babussalam beliau menyampaikan secara jernih diantaranya yang sempat Bunda tangkap,  mengingat dan menuliskannya

TIDAK  ADA  PERBEDAAN  ANTARA  BAHAGIA  DAN  MUSHIBAH ( SEDIH / PENDERITAAN)
Kesedihan dan kebahagiaan itu selalu melekat dalam diri manusia . . .  keduanya saling  jalin berkelindan hanya dalam fikiran saja atau dikenal salah satunya dengan konsep persepsi.
Persepsi kita tentang bahagia bisa di indikasikan dengan berpunya atau tidak miskin apalagi sangat miskin, memiliki pangkat dan kedudukan terhormat, populer ya . . . . kira – kiranya demikian lalu kesedihan bisa dideskripsikan sebagai rasa sakit hati karena di tinggal oleh kekasih tercinta, terkena bencana dan sejenisnya.
Sebahagia . . . apa seseorang saat ia tidur akan tidak terasa nyata kebahagiaan itu,  demikianpun  sesedih apa seseorang maka saat terlelap sama saja dengan orang yang berbahagia tertidur.
Tidak ada perbedaan sama sekali.

Maka benteng, senjata dan bekal yang paling ampuh bagi keberlangsungan kehidupan kita banyak – banyak berdo’a.  Jangan putus asa jika suatu ketika merasa bahwa do’a kita tidak ijabah karena,  kata
Ibnu Athaillah:
Penolakan terhdap do’amu, sesungguhnya itu adalah pengabulan terhadap do’amu.
Berdoalah sebanyak – banyak.





PERBEDAAN  ANTARA  SYUKUR  DAN  SYAKUUR
SYUKUR :  menerima semua nikmat yang Allah anugerahkan pada hamba - Nya

SYAKUR :  menerima dengan sepenuh hati baik berbentuk nikmat, maupun berbentuk mushibah, sebagai mana telah beliau uraikan pada catatan pembukaan.

PERBEDAAN  ANTARA  MUKHLIS  DAN  MUKHLAS 
MUKHLIS  ;  adalah seseorang yang melakukan perbuatan terpuji karena Allah akan tetapi masih di embel – embeli dengan harapan populer dan sejenisnya, sedangkan
MUKHLAS ; adalah seseorang yang melakukan perbuatan terpuji karena Allah, merasa malu jika perbuatannya di ketahui orang lain  dan kemudian muncul pujian pada dirinya, seorang MUKHLAS  akan merasa khawatir dan malu di hadapan Allah jika keikhlasannya itu kemudian memunculkan puja – puji dihadapan sesama makhluk Nya.

Rasanya beberapa butir nasehat berharga ini menjadi fikiran Bunda berhari – hari hingga tulisan ini tersaji,  seprtinya jauh dari SYAKUUR dan jauh dari MUKHLIS.
Semoga Allah selalu memberikan PETUNJUK – NYA pada hamba yang sungguh – sungguh dhaif ini.

ASTAGHFIRULLAH . . . .

Pamulang,

Senin 31 Agustus 2015 M / 18 Dzulkaidah 1436 H


Menimbang Kelayakan Posting Picture di FB


Era net saat ini siapapun bebas ngeposting tulisan, kirim komentar, mengunduh picture dengan fasilitas layanan yang berlimpah mau apa saja mudah asal jaringan net bersahabat dengan lingkungan dimana kita berada. 
https://www.google.co.id/search?hl=en&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=939&bih=459&q=karikatur+orang+yang+sedang+berfikir&oq=karikatur+orang+yang+sedang+berfikir&gs_l=img.3...68297.79085.1.79943.33.4.7.22.5.0.192.697.0j4.4.0....0...1ac.1.64.img..21.29.3204.LUeC3mWVGMM#imgrc=_ImfY5IXkyVj2M%3A


Secara ukuran kelayakan dan kepantasan tampaknya masing – masing dari kita bisa berfikir bersama, contohnya seseorang yang memiliki jabatan terpandang dan kemudian menayangkan picture yang merendahkan dirinya, tentu ini akan berdampak kurang baik bagi kesehatan lingkungan.

Kategori merendahkan diri juga sangat relatif, paling tidak ditimbang lah seperti :
1.   Jika menayangkan suatu picture akan memberikan manfaat apa bagi friendlist FB yang terkait dengan diri kita  . . . apakah mereka menjadi tambah cerdas atau akan muncul koment  miring atau bahkan negatif.

2.   Jika menayangkan suatu picture apakah akan menimbulkan ( berdampak pada persaan friendlist )  rasa senang,  atau bahkan mengerikan . . .  atau  SEBAL  perasaan galau friendlist FB kita.

3.   Jika menayangkan suatu picture tujuannya bisa diklasifikasikan juga dengan berbagai tujuan yang jelas, bahkan memang dengan adanya FB dan sejenisnya ( belakang ada Tsu . . . yang rasa – rasanya kurang diminati )  jiwa  NARSIS  kita kadang membludak sulit dikendalikan.

Inti – nya kita semua semestinya belajar  menimbang  RASA  dan meskipun tidak mudah ukuran – nya dengan berbagai pertanyaan dalam hati dan dipertimbangkan,  lumayan jika smartphone  memiliki jiwa sehingga pemiliknya di pandu hanya kearah yang positif saja.
Lebih formal lagi memang penting juga membaca, mempelajari dan memahami UU IT ;  #ambo  juga belum merambah UU itu . . .

Semoga selamat . . .  selamat, 



Insya Allah kesehatan lingkungan berfikir terjamin dan bebas polusi.
Jangan menyebar picture yang jadi polusi di FB friendlist, kuncinya itu ya.



22 Agt 2015

XL4G Merayu Hati



Rasa Beda Perjalanan Dengan Street Gourmet  

 

Kesempatan yang Bunda dapatkan kali ini sebisa – bisa dilaksanakan, meski seharian berfikir siapa yang nganter, siapa yang bakal jemput karena pasti pulang malam ke Ciburial. 

Beberapa alternatif sempat terlintas, diantaranya pergi menggunakan angkot dan pulang minta di jemput Fauzan atau siapa termasuk Roidah yang menjadi calon kuat menemani Bunda ke review blogger Street Gourmet kali ini.    

Seiring perjalanan waktu hari itu kamis 20 Agustus 2015 M  Bunda mencoba terus memantau grup bloggerBandung di FB.

Alhamdulillah bisa berangkat dengan Roidah, tenang aman damai sentosa.

 

Gambar diatas  adalah makanan pembuka dikenal dengan julukan salad yang sangat segar, mendukung bagi Bunda karena hari itu shaum terasa berlimpah kenikmatan,  soup ikan dori – rasa rempah jahenya semeriwing juga  sangat klasik ada jagung manisnya dan ada baso ikannya juga, dalam gambar tidak tampak karena mengendap;  da cream soupnya juga dengan pengambilan gambar yang goyang dan buram.   

Ya . . . memang hasilnya hanya segitu,  lalu . . . bisa mengunduh diistagram agar bisa menjadi salah solusi berharga supaya gambar tampak lebih tertolong.

Kesimpulan dari perjalanan mengendarai Street Gourmet memang cukup ribet juga bagi emak – emak setua Bunda,  

 

Pertama,  penguasaan menggunakan perangkat handphone  milik Bunda yang jaduuul sekali disamping baterenya sudah ngedrop memorinya juga harus diinstall ulang agar dapat kembali menggunakan wa.

Jadi saat Pak Helmi, Regional Operational Manajer XL Bandung memberitakan semua info ada di wa nyerah saja tidak bakalan bisa update info  xl ea . . . apa lagi ikutan quiz yang pertanyaannya semua terkoneksi di wa,  termasuk juga yang lomba selfie2nya.  Lagian emak – emak macem Bunda bingung mengoperasikan twitter yang masih awwwaaaam sangat . . .  

 

Kedua,  yang namanya review blogger itu kebiasaannya di darat  khususnya tentang kuliner bisa ngambil gambar dengan relatif sangat mudah,  bisa kongkow – kongkow tenang karena bagaimanapun perjalanan menggunakan street gourmet dibatasi waktu yang ketat dan dalam perjalanan selalu saja gagal mengambil gambar.  Beberapa kesulitannya, penumpang di batasi geraknya ngga boleh keluar dari kursi apalagi mundar mandir dan lalu – lalang, ya duduk saja. 

 

Ketiga,  posisi duduk membelakangi layar presentasi dari narasumber apa yang disampaikan cukup simpang siur maksudnya tidak bisa menangkap, karena dalam saat yang sama sambil mengambil gambar, sambil menyantap hidangan, sambil mengamati jalan yang di lewati dan posting tweet jika sempat hehehe . . .

Makanya bagi yang juara seperti Teh Lygia bener itu mah juara dan kalau lifetweet dianya magh attuh langgananan menang !!  ya . . . itu tadi ketrampilan penguasaan alat dan care dengan operasioanal tweeter.   

 

Sebenarnya pengambilan gambar bisa diakalin dengan     cara :  mewaspadai kapan bus street goumet berhenti,        naa . . . .  ketika itu bisa segera ambil gambar cuma saja sudah berbeda menu yang terhidang,  jadi menu yang dihidangkan oleh fihak  street goumet telah terjadwal sedemikian rupa kapan salad dihidangkan,  kapan soup dihidangkan demikian hingga perjalanan berakhir sebelumnya telah ditutup dengan puding sebagai ending menu.


Gambar diatas Nasi ayam Manchurian sebagai main course atau hidangan utama jiga membayangkan rasa ayam manchurian tampaknya bumbu sangat sederhana akan tetapi tehnik mengolahnya yang kelas tinggi karena saat disantap berasa ikan laut segar di imbangi dengan rebusan selada yang sedemikan empuk dan berasa kembali kealam tradisional masa lalu. Seakan membangun nostalgia masa lalu tentang sepan ( lalapan tradisional ) bagi masyarakat Jawa - Barat. 

 




Hidangan penutup berlabel puding volcano konon bahan dasarnya tapai . . .  enaknya di lidah mantapnya di hati, indahnya di mata.  Malahan kata salah seorang blogger Teh Yulia Yuli saking indah dan cantiknya tampilan puding volcano tidak tega memakannya 

Naa Bunda mengunduh satu gambar dari instragram :



Menariknya si Teteh yang ngambil gambar ini pinter sekali ya, karena kan . . bis berjalan dan mungkin juga menggunakan handphone atau camera yang canggih, suka banget Bunda melihatnya, ada bayangan sekelebat seseorang, jalan diluar tampak hijau kemudian kaca street gourmet muncul indah demikian dilengkapi logonya seperti mahkota raja.

 

Selebihnya sedikit review tentang street gourmet juga ditulis disini naa paket harganya bisa disearch juga baik di instagram, tweeter dan facebook.

Salam Wisata bloggerBDG

 

20 Agt 2015

Suritauladan dari Ayah



Tidak ada lagi kata terindah bagi Ayah kalian, selain do’a – do’a dan akhlak terpuji yang telah lama Ayah tanamkan pada kalian anak – anak ku

Pasti kalianpun tak pernah lupa terhadap macam – macam suri tauladan indah yang Ayah tinggalkan buat kalian semua, beliau selalu menegur jika diantara kalian menunjuk sesuatu dengan tangan kiri.

Beliau akan marah jika puteri – puterinya berjilbab dengan seronok, semua itu karena beliau sedemikian cintanya ia kepada kalian semua.
suri tauladan






Sepulangnya Bunda dari Jawa Timur dengan tujuan ziarah kemakan Ayah dan Alhamdulillah Didi bisa menemani, sungguh semua suri tauladan itu memang bermunculan seperti slide kadang dengan gerakan lambat, kadang dengan  sangat kencang, memang semuanya bagi Bunda bermakna air mata.


Ayah banyak meninggalkan warisan suritauladan itu buat kalian pancangkan dalam hati kita, hati kalian semoga Ayah bahagia disisi – Nya’
Amiin . . . . . . Al Fatihan ( 7 X )

Bandung Ciburial, 20 Agustus 2015 M / 6 Dzulkaidah 1436 H




16 Agt 2015

Cara Membuat Abon Ikan Pindang Tongkol Versi Desa Prajekan




Keramahan bangsa Indonesia sudah sejak lama menjadi pembicaraan banyak orang baik para tamu mancanegara atau bahkan media yang memberitakan pendapat tokoh yang sempat berkunjung tentang budaya  ‘ramah’  yang sangat specifik.

Bentuk keramahan yang nyata tidak sekedar murah senyum ( asal bukan senyum – senyum sendiri sepanjang jalan . . . ! )  akan tetapi kita bisa merasakan dengan sangat jika mudik ke kampung halaman, tanah para leluhur tercinta, hampir semua keluarga besar berebut menjamu dengan cara dan hidangan apapun itu, sehingga jadwal undangan makan padat merayap dari mulai sarapan hingga makan malam.
Penulis mudik sejenak ke kampung halaman alm. suami tercinta

di sebuah desa kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso pada rabu 12 – 14 agustus 2015 M, dengan tujuan utama ziarah ke makan mantan kekasih hati saat muda dahulu kala.
Saat ini bulan agustus disamping musim giling tebu Pabrik Gula peninggalan Belanda; juga hampir semua halaman rumah penduduk memiliki beberapa batang pohon mangga dengan jenis yang bermacam – macam, greget . . . menyaksikan juntaian buah mangga di setiap halaman.
Setelah kembali dari ziarah wada’  ke makam alm penulis dengan salah seorang puteri kami mendapat undangan sarapan dari salah seorang kerabat yang rutin menjamu jika mudik ke Prajekan.

Hidangan yang disajikan khas desa sederhana namun cukup  variatif,  dan sangat nikmat disantap diantaranya : goreng tempe, tahu dan perkedel jagung, sambal dilengkapi rebusan lalapan oyong, labu plus terong.  Ada juga tahu tempe yang di bumbu santan dilengkapi ikan kabben (mirip tongkol, tetapi entah nama populernya . . . ) dan taraaaa . . . mata melotot ada abon pindang ikan tonggol.

Usai sarapan kami bincang ringan ngalor ngidul menumpahkan kerinduan dan yang tidak di lewatkan menanyakan secara detail cara membuat abon ikan pindang tongkol,  mungkin ya . . . bisa di coba juga jika ada kesempatan jenis ikan lainnya selain tongkol, ini lah catatannya.

Bahan :
Pindang Tongkol ; ukuran dan beratnya tergantunglah.
Bumbu :
Garam, bawang putih, ketumbar, gula putih dan lombok (cabe merah) dan sedikit santan.
sedikit cuka juga irisan daun jeruk purut ( jika suka )  
Cara Mengolah :
Pindang tongkol, tulang tulangnya disisihkan dengan cara di ulek pelan – pelan, jika sudah yakin tulang belulangnya bersih maka diulek hingga lembut bersama bumbu secara bertahap agar merata.
Bumbu dan ikan pindang tongkol yang telah tercampur sempurna di sangray (ini bahasa Sunda) dengan api pelan.,  untuk penambah rasa gurih masukkan santan kental secukupnya jangan terlalu banyak, cuka sedikit saja.
Jika telah jadi, campurkan bawang goreng dan irisan daun jeruk di mixing pelan – pelan menggunakan garpu.
Para Bunda, Emak – emak juga Ibu – ibu kreatif silahkan mencoba, mungkin hari ini dapat segera di praktekan daripada bengong misalnya menyambut tujuh belasan hanya nonton liputan Nagita lahiran,  energi positifnya bisa dimanfaatkan untuk mengolah pindang jadi abon.
Salam Kuliner
Malang,  Ahad  16 Agustus 2015 M / 30 Syawwal 1436 H  
 
Artikel ini di publish juga disini