28 Apr 2015

Pura-pura Pintar #BeraniLebih Bertanya pada Dosen

BeraniLebih
Putri Bunda

Ketika awal – awal menjadi mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Malang, salah seorang puteri Bunda mengeluh tentang beberapa hal diantaranya :
  1. Susah mengikuti kuliah yang umumnya para Dosen menggunakan bahasa akademik apa . . . ;  beda sekali dengan di SMA.

  1. Memindahkan materi kuliah dalam tulisan, kecepatan narasumber berbicara dengan ketrampilan menulis puteri Bunda sebagai mahasiswi baru, sangat tidak terkejar.  Membingungkan . . . dan menjadi sering bengong dalam rangka mahasiswi belum beradaptasi di dunia kampus.

Dua hal ini saja seperti membuat panjang urusan dunia kampus sang puteri,  Bunda hanya mencoba menyimak saja macam – macam keluhannya dan menanggapi secara umum saja. “Demikian bedanya Perguruan Tinggi dengan pendidikan di bawahnya, ikuti terus, beradaptasi dengan style Dosen dan teman - teman dan kamu masuk dalam kehidupan kampus lama – lama akan terbiasa juga”.  
Sang puteri mendesak Bunda, agar memberikan solusi terkait persoalan Dosen yang memberikan mata kuliah susah ditangkap dan difahami mata kuliahnya.
Bunda menjawab ringan berdasar pengalaman pribadi saja, bukan berdasarkan petunjuk teks book, karena suka n’jelimet juga mengikuti buku – buku bisu itu.

Solusi Bunda,  kamu pura – pura pinter sajalah di hadapan Dosen. #BeraniLebih dengan cara :
  1. Serius menyimak pada 15 menit pertama.
Perhatikan kunci – kunci pembahasan pada awal materi, karena pada   
lima belas menit pertama, semua mahasiswa termasuk dosen masih segar  
dan masih fokus terhadap kajian atau mata kuliah yang tengah dalam  
bahasan, jika sudah masuk menit ke duapuluh bergantung, apakah dosen
yang bertahan atau mahasiswa yang bertahan.

  1. Pikirkan pertanyaan yang penting diajukan pada momen pertama.
Fokus pada kajian sambil berfikir keras, peluang materi yang dalam  
pandangan kita ada titik kelemahan atau kurang mendasar, Dosen  
juga manusia meskipun segala kuliahnya ada dasar ( teorinya ) tetap jika
jeli selalu bisa kita temukan.
  1. Satu Mata Kuliah Ajukan satu pertanyaan untuk satu Dosen.
Pada awalnya catat saja apa yang hendak kita ajukan dengan kalimat
pertanyaan yang lengkap, karena nervous juga bertanya di tempat yang
terasa asing dan belum akrab dengan teman disekeliling,  lakukan  
berulang – ulang, target awal satu bulan saja.  Jika telah terbiasa, target
satu semester dan setiap hari bertanya. Poin yang akan kita peroleh
Dosen kenal wajah kita yang rutin bertanya, Insya Allah sang Dosen kan
mempertimbangkan apakah mahasiswa ini layak di kasih nilai A ataupun
B, jangan . . . . jatuh di angka C. ( Dosen, tidak bakalan tega memberikan
nilai C kepada mahasiswa atau mahasiswi yang aktif bertanya )
Dalam beberapa pengalaman Bunda,   saya menganggap bahwa pertanyaan yang dilontarkan tidak berbobot, tidak bermutu dan terkesan ngawur tapi jangan khawatir ada dosen yang menanggapi serius hanya sekedar pertanyaan ngawur dan sepele bahkan ada kalanya sang dosen berkomentar : “Pertanyaan sodara sangat mendasar . . .” dilubuk hati yang paling dalam Bunda berkata : “Mendasar apa nya wong gue aja mengikuti kuliah sedari tadi ngantuk berat . . .” sebegitunya tanggapan dosen, artinya itu kita lagi hoki.
Prinsipnya kuatkan hati kita sebagai mahasiswi untuk selalu bertanya, cukup satu pertanyaan untuk satu mata kuliah dan satu kali pertemuan. Jika kamu sukses mencoba prisip ini, hasil yang menakjubkannya adalah kamu akan menjadi mahasiswi / a populer di kalangan dosen dan hadiahnya kamu cumlaud horee . . . .

Twitter @rosmadewi 
Facebook Intan Rosmadewi